Sunday, May 14, 2017

Trip to Flores + What To Wear

Salah satu goals-ku tahun ini adalah lebih banyak travelling, terutama ke destinasi di Indonesia yang enggak kalah bagus dari luar negeri. Well, maklum pergi-pergi terjauhku di Indonesia baru sebatas Pulau Jawa dan Bali aja. Kurang piknik banget nih?? Makanya waktu Febrian ngajakin ikut open trip ke Flores bareng LYL Adventure, aku enggak mikir dua kali untuk ikut! 


Kalau kata Febrian, Flores adalah salah satu tempat terindah di Indonesia yang pernah dia datangi. Soalnya ke Flores tuh paket lengkap, disana kita bisa merasakan tempat berhawa dingin alias pegunungan sekaligus merasakan summer holiday di pantai. Percaya aja sih ya apa kata travel blogger! Sebagai orang yang belum pernah ke daerah Indonesia Timur, aku banyakin googling aja dan cari tahu apa aja perlengkapan dan outfit yang harus dibawa ke Flores. Selain karena dapet instruksi dari tour-nya cuma boleh bawa 1 carrier dan 1 koper cabin size, tidak lain dan tidak bukan harus well-prepared karena kalau ada yang ketinggalan kan repot yaa cari disana belum tentu available dan pastinya supaya foto-fotonya kece!

FYI untuk trip total 7 hari 6 malam ini aku ambil paket di LYL Adventure seharga 4,5juta (bisa lihat detail di website-nya yaa), belum termasuk tiket pesawat. Nah untuk pesawat aku dapet Garuda Indonesia PP kurang lebih 3jutaan, berangkat Jakarta - Ende, pulang Labuan Bajo - Jakarta. Jadi untuk trip ini aku spend 7,5juta + uang jajan 1juta, total 8,5juta. Sebenarnya dari harga trip itu udah include semuanya kok termasuk makan, cuma yaaa jaga-jaga kalau lapar mata mau beli ini itu.

Jadi apa aja sih yang dilakukan selama trip ke Flores? Selain detail tempatnya, aku juga bakal kasih tips dan referensi outfit supaya enggak saltum alias salah kostum.

Psst, siapin cemilan sambil baca karena postingan ini bakal panjang banget....


DAY 1:

Flight Jakarta-Ende



Flight Garuda Indonesia yang aku ambil adalah rute Jakarta - Kupang - Ende. Flight jam 5 subuh dari Jakarta, sampai di Kupang sekitar jam 9 pagi lalu harus transit sekitar 4 jam baru lanjut pesawat ke Ende. Daripada mati gaya nunggu di bandara 4 jam, Febrian ngajakin buat foto-foto ke Bukit Cinta dan makan Se'i Babi Bambu Kuning yang letaknya enggak terlalu jauh dari bandara. Walaupun enggak terlalu jauh tapi kami naik taxi bandara kok, enggak sanggup jalan kaki hahaha.


Baru sampai di Kupang aja udah amazed, lihat warna langitnya yang biru banget kayak lukisan. Oh iya kalau ke Bukit Cinta Kupang wajib foto di 'pohon jomblo' ini biar enggak kelamaan jomblo *eh. Terus kalau kamu makan babi, Se'i Babi Bambu Kuning WAJIB BANGET sih dicoba... enaknya enggak ngerti lagi!


What to wear:
Pastinya kalau airport outfit harus yang nyaman dong ya...
  • Light top. Pakai atasan yang ringan dan menyerap keringat karena di Kupang dan Ende hawanya cukup panas.
  • Comfy pants. Karena jarak penerbangan yang lumayan jauh dan harus transit lama jadi pakai bawahan atau celana yang memudahkan bergerak. I have to say no to jeans.
  • Sneakers
  • Backpack medium size. Pakai tas ransel selama hidupku bisa dihitung pakai jari, tapi enggak nyesel kemarin di trip ini aku siapin ransel supaya lebih praktis, muat banyak barang, dan enggak repot nenteng.
  • Sunnies. Wajib lah ya bawa kacamata hitam, karena di Flores sinar matahari-nya silau banget!



Sunset di Pantai Ria, Ende

Jam 4 sore kami dijemput oleh tour guide di Bandara Ende, kemudian menikmati sunset pertama di Pantai Ria sambil ketemu dan berkenalan dengan peserta trip lainnya. Setelah itu melanjutkan perjalanan dengan mobil menuju Desa Moni untuk bermalam disana. Oh iya Desa Moni tempatnya dingin, sekitar 18 derajat jadi make sure kamu bawa pakaian hangat.

Setiap ketemu pantai pasti minum kelapa biar afdol



DAY 2:

Sunrise di Danau Kelimutu

Morning call jam 4 subuh untuk melihat sunrise di Danau Kelimutu. Kami trekking dulu sekitar 30 menit, menaiki banyak anak tangga untuk sampai di danaunya. Akhirnya setelah selama ini cuma bisa lihat di Google doang, pagi itu beneran bisa lihat Danau Kelimutu secara langsung. Danaunya ada 3 warna yang selalu berubah-ubah... ada yang merah, tosca, hitam. Pagi itu kabutnya tebal banget jadi sunrise-nya enggak kelihatan, kita sempat berfoto di danau paling atas yang warnanya tosca. Walaupun naik kesini harus agak effort tapi pemandangan yang dilihat worth it banget!



What to wear:
Danau Kelimutu dingin dan anginnya kencang, make sure kamu pakai:
  • Long john atau atasan lengan panjang yang super hangat
  • Jaket/wind-breaker
  • Syal/scarf untuk menghangatkan leher
  • Sepatu trekking atau sneakers


Lunch di Pantai Batu Biru

Setelah dari Danau Kelimutu kami sarapan dan packing lalu melanjutkan perjalanan ke Kampung Adat Bena. Di tengah perjalanan mampir dulu ke Pantai Batu Biru untuk lunch dan foto-foto sebentar. Sesuai namanya, pantai disini enggak kelihatan pasirnya tapi adanya batu berwarna biru. Ini sih kalau di kota jadi hiasan di halaman rumah atau buat dekor...





Kampung Adat Bena

Begitu sampai di Kampung Adat Bena kami disambut dan dipakaikan kain tenun sebelum mulai berkeliling. Kampung Adat ini luar biasa cantiknya, suasananya sunyi dan masih tradisional. Sambil jalan-jalan aku lihat banyak banget ibu-ibu yang lagi membuat tenun, kamu bisa beli macam-macam kain tenun dan souvenir khas disini.




Pas disana aku juga menyempatkan untuk berdoa di depan Bunda Maria, suasananya sepi jadi berdoanya khusyuk banget. Mayoritas orang Flores beragama Katolik makanya enggak heran banyak ketemu patung Bunda Maria di berbagai tempat.

#FollowMeTo Kampung Adat Bena


What to wear:
Untuk menyesuaikan dengan Kampung Adat Bena yang masih tradisional, aku pilih outfit yang santai  namun sopan:
  • Plain t-shirt 
  • Outerwear pattern untuk kesan 'down to earth' namun tetap stylish
  • Cullotes atau long skirt pas banget, bikin siluet ketika difoto lebih bagus
  • Sandal yang nyaman
  • Optional: pakai dress juga bagus disini, yang penting cuttingan-nya sopan yaa


DAY 3:

Cancar Spider Web Rice Field

Pagi setelah sarapan kami ke sawah laba-laba Cancar. Sesuai namanya memang bener sih petak sawahnya unik banget kayak sarang laba-laba, baru pertama kali lihat yang kayak gini.



What to wear:
Pakai apapun yang nyaman, gampangnya tinggal tambah scarf aja to look instantly stylish!



Trekking menuju Waerebo


Puas foto-foto di Sawah Cancar, kami menuju Waerebo Lodge (tempat makan dan penginapan di pinggir sawah) untuk makan siang dan persiapan trekking Waerebo. Ini dia the most anticipated part, hahaha. Sebelum trip aku udah prepare olahraga lebih intense supaya fit terutama buat trekking ke Waerebo. Konon katanya Kampung Waerebo bagus banget, tapi menuju kesana harus effort mendaki selama 2-3 jam (sekitar 5 km), wah kalau enggak prepare takut pingsan!

Semua koper ditinggal di Waerebo Lodge, kami hanya bawa baju dan perlengkapan untuk bermalam seperlunya dalam satu ransel aja (see, kepake banget ini ransel dari awal trip). Sekarang naik ke Waerebo 'lebih dimudahkan', karena dari Waerebo Lodge menuju pos 1 bisa naik truk (kalau banyakan) atau naik ojeg. Lumayan lah ngurangin jarak sedikit!

Muka bahagia, kaos basah kuyup. Seneng udah bisa sampai di pos 2!

Sebagai orang yang enggak pernah hiking, mendaki ke Waerebo ini sangat menantang. Kalau Febrian sih udah terbiasa menghadapi medan beginian dan nampaknya dia enggak cape-cape, aku ngikutin aja di belakangnya selama jalan. Enggak disangka, aku sampai juga di pos terakhir dalam waktu 2 jam saja pemirsa! Ternyata bisa 'lumayan cepat' juga walaupun minta beberapa kali istirahat di tengah jalan, lagi-lagi ini berkat persiapan fisik yang matang sebelum berangkat. Bangga juga nih yang selama ini kerjaannya jalan di mall doang sekarang bisa trekking, yeaaaay....


What to wear:
Outfit trekking yang super nyaman:
  • T-shirt atau atasan olahraga yang menyerap keringat
  • Bawahan yang memudahkan untuk bergerak, kalau aku pakai legging aja
  • Sepatu khusus trekking (kalau punya) atau sneakers untuk lari (jangan yang sole-nya terlalu flat karena licin)
  • Ransel medium/large size untuk bawa perlengkapan menginap semalam di Waerebo

Ketika sampai di pos terakhir, kami harus menunggu semua anggota lengkap dulu baru masuk ke Kampung Waerebo, karena semuanya akan disambut bersamaan oleh kepala adat. Nah selama proses masuk ke Waerebo dan penyambutan kami tidak boleh dokumentasi dulu. Lagipula sore itu udah mulai gelap, jadi kita enggak foto-foto dan langsung menuju rumah adat Mbaru Niang untuk makan malam dan tidur.

Sebenarnya sih kita menginap di dalam rumah Mbaru Niang bersama dengan warga asli, tapi karena jumlah rombongan banyak kami dapat rumah Mbaru Niang sendiri yang letaknya agak dibawah. Malam itu dinner dimasakin ibu-ibu disana, masakannya sederhana (nasi + lauk + sayur) tapi enaaaakk banget apalagi setelah trekking melelahkan tadi! Oh iya bagian terpenting: disini kamar mandinya bagus dan proper kok, jadi bisa mandi seperti biasa (dengan air sedingin es yang bikin seger). Tadinya aku udah niatan enggak mandi dan bawa tissue basah aja, tapi akhirnya mandi juga...

Suasana tidur di dalam rumah Mbaru Niang, beralaskan tikar anyaman dan kasur tipis yang cukup empuk, 
plus selimut tebal hangat

Sebelum tidur, kami melihat bintang dulu (epic kan, kayak cerita di novel?). Kebetulan malam itu habis gerimis, jadi langitnya agak berawan. Tapi walaupun berawan bintangnya buanyaaakk banget, bahkan ada milky way yang terlihat. Bintangnya jelas banget disini karena di malam hari sama sekali enggak ada cahaya, kami semua menikmati lautan bintang dalam keadaan hening dan ditemani angin malam yang dingin. 


What a great way to end a day.



DAY 4:

Sunrise di Waerebo


Malam sebelum tidur lihat bintang, bangun pagi lihat sunrise yang keterlaluan cantiknya. Nikmat mana lagi yang kau dustakan?

Menurutku Waerebo itu magical sekali. Semua yang ada disini sangat sederhana namun menyenangkan dan damai, belum lagi warganya yang ramah banget. Jadi betah deh....


Bagiku yang biasa tinggal di kota besar, pagi hari menikmati sunrise seperti ini luar biasa rasanya. Sambil menikmati hangatnya matahari pagi aku juga bisa melihat warga Waerebo yang mulai beraktifitas pagi. Ada yang menumbuk kopi, menjemur, dan anak-anak yang keluar untuk bermain.

Febrian yang menjelma jadi 'guru sekolah minggu' dadakan dan nyanyi lagu pujian bersama anak-anak Waerebo

What to wear:
Berhubung pagi hari di Waerebo dingin, saranku sih pakai baju hangat aja... Bisa pilih jaket oversize yang kece dan scarf pattern supaya membaur dengan tempatnya yang tradisional. Kalau kamu stay lebih dari 1 malam, pas siang bisa lebih playful pakai dress yang lucu-lucu, asal masih sopan yaa...


Turun dari Waerebo dan menuju Labuan Bajo

Sebenarnya agak berat hati nih berpisah sama Waerebo, apalagi kalau inget baliknya juga harus trekking! Hahaha... Tapi trekking baliknya memang terasa lebih mudah sih dibandingkan berangkatnya. 

Kami menempuh perjalanan darat dengan mobil kurang lebih 6 jam menuju Labuan Bajo. Walaupun lama banget, tapi sepanjang perjalanan kami disuguhi pemandangan yang tampak seperti wallpaper desktop Windows. Bahkan kalau difoto pun susah enggak bisa secantik aslinya, so I captured everything with my eyes and saved it to my memories. 



DAY 5:


Ini nih bagian yang paling ditunggu-tunggu, sailing trip 3 hari 2 malam keliling Kepulauan Taman Nasional Komodo! Pagi-pagi dari hotel di Labuan Bajo kami menuju pelabuhan untuk naik kapal. Intinya kapal disini yang dipakai menginap udah kayak hotel diatas laut, semua fasilitasnya lengkap: kamar tidur (bahkan plus AC), kamar mandi dengan shower, dapur (buat masakin tamu, bukan masak sendiri), area makan dan kumpul, juga area santai untuk berjemur. Me likey!! Sebenarnya tergantung harga juga sih, semakin mahal semakin keren dan makin lengkap fasilitasnya.

Begitu naik langsung jemuran di deck atas kapal


Foto dari Instagram @comaxmadethen , begini kira-kira bentukan kapal kita

Pulau Kelor

Tujuan pertama adalah ke Pulau Kelor. Di Pulau Kelor bisa bersantai manja di pinggir pantai dan trekking untuk menikmati view yang super cantik.




Pas lihat medannya, eng ing eeenggg! Buset nanjak amat ya ini trekkingnya.... Jadi jalur trekkingnya pendek sih tapi nanjak banget. Bukannya sombong, tapi kalau udah melewati Waerebo sih jalur trekking gini yaudahlah ya :D

Siang itu panas dan cerah, begitu sampai di puncak Pulau Kelor langsung cepetan foto karena viewnya OMG super bagus!!



What to wear:
Summer outfit yang simple, karena mendaki di Pulau Kelor agak terjal. Pakai shorts udah paling pas, tinggal variasi atasannya aja bisa summer top yang gemes. 


Habis trekking di Pulau Kelor kapal kami menuju destinasi selanjutnya: Pulau Rinca, tempat melihat komodo. Sambil on the way kami mendapat suguhan makan siang pertama yang dimasak on board oleh chef abang-abang. Keren banget kaan lunch-nya mewah gini:

Tangan-tangan yang berebut ambil lauk. Let the Hunger Games begin!

Enggak bohong guys, makanan di kapal ini ENAK BANGET. Udah enak, macem-macem lagi lauknya, lebih beragam daripada makanan di rumah lho. Momen makan di kapal selalu dinanti karena masakannya enggak pernah ada yang failed.


Pulau Rinca

Oh, hello komodo! Pertama kalinya dalam hidupku ketemu komodo beneran, selama ini cuma nonton di channel Nat Geo Wild. Aslinya komodo ya begitu, kalau lagi enggak makan mereka leyeh-leyeh males cari tempat adem. Intinya sih selama disini harus nurut aturan dan selalu jalan berkelompok didampingi ranger-nya ya, bahaya kalau jalan sendiri bisa digigit komodo!


Di Pulau Rinca kami juga diajak trekking dengan jalur yang tidak terlalu jauh. I warn you, di Pulau Rinca panasnya kayak ada 9 matahari, udah gitu tingkat humidity-nya nol jadi panasnya sampai bikin kulit perih. Selama jalan naik bukit enggak ada pohon, jadi susah juga berteduhnya. 

Lagi-lagi begitu sampai diatas, disuguhi pemandangan Pulau Rinca yang bagus. Foto-foto aja sebentar lalu segera turun karena enggak kuat panas.

Aku cuma menambahkan outerwear tipis supaya punggung enggak terbakar matahari


Malam harinya kita berlabuh di Pulau Padar karena besok pagi akan menyaksikan sunrise disana.

Sunset selama perjalanan menuju Pulau Padar



DAY 6:

Sunrise di Pulau Padar

Pulau Padar juga merupakan salah satu pulau favorit dan paling banyak wara-wiri fotonya di Instagram. Untuk mendapatkan view yang terbaik, semuanya harus trekking dengan jarak tempuh kurang lebih 40 menit.

Sesampainya di puncak Pulau Padar....
....
ARE YOU KIDDING ME?

INI PEMANDANGAN APA LUKISAN?!

Oh God this is the best view I've ever seen in my entire life. 


What to wear:
Girls, pakai outfit yang bikin siluet foto kamu kelihatan lebih kece disini. Kalau lihat jalur trekkingnya sih aku enggak saranin pakai long dress (walaupun bakal kelihatan bagus banget), makanya aku pilih pakai shorts dan atasan kain motif yang aku jadikan outerwear. Kalau mau ala-ala kainnya bisa dibuka seperti fotoku diawal blogpost ini. Bisa juga disini pakai midi dress, intinya sih apapun yang berkibar-kibar dan bikin siluet lebih bagus. Jangan lupa alas kaki nyaman, supaya mendaki lebih 'lincah'. 


Pink Beach

Pantai berpasir pink ini salah satu favoritku! Kalau dilihat dari dekat ada pecahan coral merah kecil-kecil yang bikin pasirnya kelihatan pink. Oh iya disini dilarang bawa pulang pasirnya ya, apalagi sempat ada yang ketahuan bawa pulang banyak buat dijual jadi souvenir. A big no no!



What to wear:
Pakai swimwear two pice atau one piece dengan warna yang catchy supaya kontras dengan pemandangan pantai yang bening.



Pulau Gusung

Begitu kapal kami mendekati Pulau Gusung, semua orang mendadak 'panik' melihat air sebening ini. Langsung pengin nyebur! Beningnya kayak di Maldives sih ini, belum lagi pasirnya yang putih.

Group photo yang enggak boleh dilewatkan

I thank God for this view!


Manta Point

Ceritanya dalam perjalanan habis dari Pulau Gusung aku mulai bersih-bersih dan bilas siap ganti baju ke kamar mandi, lalu denger teman-teman di kapal pada teriak "kyaaaaa ada Manta!!". Buru-buru melihat dari atas kapal, ada beberapa ikan pari jenis Manta Ray mondar-mandir di dasar laut yang enggak terlalu dalam. Astaga, so close!

Karena arus yang agak kencang dan belum prepare jadi yang berenang di Manta Point adalah orang-orang yang udah siap free diving, termasuk Febrian yang enggak mikir dua kali langsung nyemplung pengin lihat Manta!


Credits from @_febrian Instagram, he got so close to the Manta!


Duhhh jadi bertekad pengin belajar free dive ah biar besok-besok bisa berenang bareng Manta.... Manta lho ya bukan mantan!


Sunset di Gili Laba

Udah lelah seharian berenang, sore harinya ditutup dengan sunset di Gili Laba.

Dari atas Gili Laba kelihatan kapal-kapal yang berlabuh

Malam ini menginap di Gili Laba, karena besok juga akan menyaksikan sunrise dari sini hanya beda posisi aja.


What to wear:
Gili Laba medan trekkingnya landai, jadi bisa pakai dress disini supaya (lagi-lagi) siluet fotonya bagus.



DAY 7:

Sunrise di Gili Laba

Pagi-pagi buta trekking di Gili Laba, pas perjalanan mendaki enggak kelihatan apa-apa hanya mengandalkan senter. Sunrise disini  adalah salah satu sunrise tercantik selama sailing di Taman Nasional Komodo.

The blue dress match the view

Seperti dalam adegan film Sound of Music

What to wear:
View sunrise sebagus ini lebih maksimal kalau fotonya pakai dress, tapi dressnya midi aja enggak usah terlalu panjang karena trekkingnya lebih panjang daripada pas sunset kemarin. Kalau enggak mau repot, pakai celana pendek aja ditambah atasan outerwear atau kain supaya bisa 'melambai-lambai' pas difoto. 


Pulau Kanawa

Di Pulau Kanawa bisa snorkeling atau santai aja ngadem di pinggir pantai. View disini bagus banget karena pasirnya putih dan airnya sangat jernih.



Outfit sunrise tadi pagi tinggal ditambah outerwear plus topi anyaman aja, biar summer banget.



Kembali ke Labuan Bajo

Sedih deh rasanya udah harus kembali ke Labuan Bajo.... Sambil dalam perjalanan balik kita disuguhin lunch untuk terakhir kalinya. Lho spesial sekali karena menunya beda dari yang kemarin-kemarin! Siang ini menunya western, ada spaghetti, french fries, fruit salad, dan calamari. Rasanya keterlaluan enaknyaaaaa..... Dalam sekejap piring-piring ini langsung kosong!




Overall 7 hari 6 malam keliling Flores menyenangkan sekali, pengalamannya baru dan berbeda dari liburanku sebelumnya. Recommended untuk ikut open trip aja menurutku daripada ribet harus mengatur sendiri. 

Definitely the best summer holiday, will cherish this moment forever! Semoga infonya berguna yaa untuk kamu yang mau berlibur ke Flores...


*Related post:

With love,
Agnes Oryza



9 comments:

  1. viewnyaa sukaaa, outfitnya jugaaaa... thankyou reviewnyaaa sist! :D

    ReplyDelete
  2. Woah! I love this post <3
    Flores cantik banget yaaa. It's officialy masuk ke bucket list aku! :D

    www.bigdreamerblog.com

    ReplyDelete
  3. Aduuuh, bagus banget! Postingannya Agnes bikin baper ke NTT. Aslik, mupeng :p

    ReplyDelete
  4. Suka bgt itu floral blue dress nya, klo boleh tau itu beli dimanaa???

    ReplyDelete
  5. Kakak, mau tanya tiket pesawatnya bisa dapet 3 jt utk pp itu promo kah? Atau belinya jauhjauh hari banget? Terimakasih sebelumnyaa :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa beli pas Garuda Travel Fair, kalo lagi enggak promo juga sekitar segituan kok 3 koma :)

      Delete
  6. Uuunch Nez! Makin pengen kesini hahaha!


    xo, beauty-redemption.com

    ReplyDelete
  7. kk agnez ,,,imdah bgt yaa pemandangan diflores ,,,,,

    ReplyDelete